Rumah Tumbuh atau Rumah Bergulir?

Memiliki rumah sendiri adalah impian banyak orang, terutama keluarga baru.  Dari sana lah kemudian mereka berharap dapat membangun mimpi-mimpi selanjutnya. Namun dengan kondisi keuangan yang ada, kita perlu realistis dalam membeli rumah pertama. Terdapat dua pilihan strategi kepemilikan rumah pertama, yakni rumah tumbuh dan rumah bergulir.

Pembangunan Rumah

Rumah Tumbuh

Ketika membeli rumah, selain mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan saat ini, kita juga mempertimbangkan kebutuhan dan potensi peningkatan kemampuan di masa depan. Salah satu solusinya adalah memilih rumah yang memiliki kapasitas untuk dikembangkan. Bisa menyamping (ada space tanah sisa) maupun ke atas (perlu diperhitungkan struktur bangunan awal).

Ketika ingin melakukan pengembangan rumah, kita harus menghitung biaya yang diperlukan. Jika tidak hati-hati biaya bisa membengkak. Berikut tips mengembangkan rumah secara hemat tanpa mengurangi keindahan rumah:

a. Konsep pengembangan harus matang

Berawal dari perencanaan yang matang. Meminjam istilah dalam 7th habbit, “begin with the end in mind,” sebelum pengembangan, tentukan desain akhir sebuah rumah yang diinginkan. Setelah itu tentukan tahapan bagian rumah mana yang akan dirubah.

b. Tentukan bahan bangunan dan kualitasnya

Bagian rumah yang wajib berkualitas bagus adalah  pondasi rumah, pipa air yang ditanam, struktur bangunan dan rangka atap. Cat eksterior disarankan bagus.

c. Menghilangkan satu bagian renovasi

Menghilangkan satu atau beberapa pekerjaan sehingga lebih cepat dan hemat. Misal dinding batu bata atau hebel tidak diplester melainkan diekspos sehingga tembok tampak alami.

d. Tentukan skema pengerjaan: Borongan atau harian

Sistem borongan dipilih apabila konsep renovasi sudah diketahui secara matang, kalau belum jelas pilih harian.

e. Cermati waktu mulai pengembangan

Sebaiknya jangan mulai pada saat musim hujan karena pekerjaan akan terhambat dan bagian luar bisa sulit kering bahkan rusak.

f. Pertimbangkan pengembangan vertikal atau horizontal

  • Jika kondisi bangunan berumur tua dan kondisi tanah labil maka pengembangan ke atas akan membutuhkan biaya yang sangat tinggi karena akan membuat struktur baru untuk menopang beban di lantai atas;
  • Pengembangan vertikal akan meyebabkan atap bangunan bisa terbuang, kecuali pada saat pembongkaran tidak rusak dan bisa dipakai kembali;
  • Jika kondisi tanah terbatas atau ingin lahan terbuka di lantai satu, pengembangan vertikal bisa menjadi pilihan;
  • Menambah jumlah lantai membutuhkan biaya yang lebih besar karena material yang lebih banyak dan biaya tukang yang jauh lebih besar dibanding membangun ke samping.

Rumah Bergulir

Selain rumah tumbuh, kita bisa  melakukan strategi kepemilikan rumah bergulir. Pertama kita membeli rumah kecil dahulu sesuai dengan kemampuan. Setelah kondisi keuangan keluarga lebih baik, kita bisa membeli rumah selanjutnya yang lebih baik/luas (upgrade). Sebagian dana pembelian rumah yang baru tersebut bisa bersumber dari hasil penjualan rumah lama, di mana kita sudah bisa menikmati capital gain.

Kita juga bisa memulai rumah bergulir dari membeli kavling lahan terlebih dahulu. Kelemahannya adalah diperlukan dana sendiri yang relatif besar mengingat pembelian tanah tidak bisa dibiayai oleh perbankan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: